Definisi
Muatan
Muatan TKA Sejarah meliputi:
- Pengantar ilmu Sejarah
- Periode Kerajaan Hindu-Buddha dan Islam
- Perlawanan terhadap bangsa Eropa
- Pergerakan nasional sampai proklamasi kemerdekaan
- Revolusi kemerdekaan Indonesia sampai demokrasi terpimpin
- Orde baru sampai reformasi
TKA Sejarah tidak hanya mengukur pengetahuan data dan fakta sejarah, tetapi juga keterampilan berpikir historis. Oleh karenanya, TKA Sejarah akan menggunakan bacaan/ilustrasi berdasar sumber sejarah, baik primer maupun sekunder, tentang kronologi, sebab akibat, serta kesinambungan dan perubahan dalam sejarah Indonesia sejak periode Hindu-Budha hingga Reformasi. Bacaan/ilustrasi tersebut disertai kutipan dokumen, peta, tabel, foto, yang membantu murid melakukan analisis. Kejelasan konteks historis sangat penting agar murid dapat menginterpretasi informasi dan sumber sejarah, dengan penyajian bacaan/ilustrasi yang memperhatikan beragam perspektif dalam historiografi.
Kompetensi
|
Level |
Level Kognitif |
Penjelasan |
|
1 |
Pemahaman (Knowing) |
Level ini mengacu pada
kemampuan dasar murid dalam mengenali, mengingat,
mengidentifikasi, dan memahami konsep-konsep serta informasi sejarah secara
faktual. Pada tahap ini, asesmen dirancang untuk menguji pengetahuan deklaratif murid terkait definisi,
teori, konsep, serta langkah-langkah prosedural yang menjadi pondasi dalam
penyelidikan sejarah. Murid juga diharapkan mampu menyebutkan tokoh,
peristiwa, tanggal, tempat, serta istilah-istilah penting dalam
sejarah, baik yang
diperoleh
melalui bacaan teks akademik maupun dari sumber primer
dan sekunder. Pengetahuan yang diuji bersifat dasar dan deklaratif. |
|
2 |
Penerapan (Applying) |
Level ini menguji kemampuan
murid untuk menerapkan konsep dan
informasi sejarah dalam berbagai konteks. Murid
diharapkan mampu menganalisis, menginterpretasikan data, fakta dan/atau
sumber sejarah (seperti teks, gambar, peta, dan tabel), menyusun kronologi,
menjelaskan hubungan sebab-akibat, serta membandingkan peristiwa sejarah. Penekanan
pada level ini adalah pemahaman aktif dan kemampuan menggunakan
konsep-konsep sejarah dalam berbagai konteks ruang dan waktu. |
|
3 |
Penalaran (Reasoning) |
Level ini
menguji kemampuan murid untuk berpikir kritis dan menalar secara logis
dengan mengaitkan konsep-konsep sejarah terhadap fenomena atau realitas
sosial yang terjadi di masyarakat. Murid diharapkan mampu mengevaluasi, dan
merefleksi informasi dari berbagai
sumber sejarah, menjawab pertanyaan inferensial, serta menyusun argumentasi
yang didukung oleh teori, data, atau fakta historis. Asesmen pada level ini
dapat mencakup studi kasus kontekstual, latihan empati sejarah, penulisan
historiografi, dan/atau simulasi, di mana murid ditantang untuk menemukan
pola, merumuskan kesimpulan, mengevaluasi
sumber, dan memberikan rekomendasi atas masalah sosial yang dihadapi.
Penekanan utama terletak pada kemampuan analisis mendalam, penggunaan
argumentasi berbasis bukti, serta penerapan pengetahuan sejarah dalam
situasi yang kompleks dan reflektif. |
Matriks Asesmen
|
No. |
Elemen/ Materi |
Sub-elemen/
Submateri |
Kompetensi |
|
1. |
Pengantar Ilmu Sejarah |
Konsep Dasar Sejarah |
Menjelaskan dan Menganalisis konsep perubahan, keberlanjutan, serta
sebab-akibat untuk memahami pengaruh peristiwa sejarah terhadap fenomena sosial
yang dialami murid. |
|
Fenomena sejarah dalam kehidupan sehari-hari |
Menganalisis keterkaitan antara peristiwa sejarah masa lalu dan dinamika sosial budaya masyarakat masa kini dengan menggunakan prinsip perubahan, keberlanjutan, dan sebab-akibat. |
||
|
Sumber-sumber sejarah |
Mengidentifikasi fungsi dan perbedaan antara sumber sejarah primer dan
sekunder serta menganalisis penggunaannya untuk
merekonstruksi peristiwa
masa lalu secara kontekstual. |
||
|
2. |
Periode Kerajaan
Hindu-Buddha dan Islam |
Kehidupan
religi, budaya, politik, dan ekonomi masyarakat di Nusantara pada masa kerajaan Hindu-Buddha |
Mengevaluasi teori masuknya agama dan
kebudayaan Hindu-Buddha ke Nusantara
berdasarkan konsep dasar sejarah, menganalisis
kehidupan politik
dan ekonomi kerajaan-kerajaan
Hindu-Buddha, serta mengklasifikasikan
peninggalan budaya
yang dihasilkannya. |
|
Kehidupan
religi, budaya, politik, dan ekonomi masyarakat di Nusantara pada masa kerajaan Islam |
Menganalisis hubungan antara masuknya agama dan kebudayaan Islam dengan
perubahan dalam sistem politik, ekonomi, serta perkembangan budaya masyarakat Nusantara. |
||
|
3. |
Perlawanan terhadap Bangsa
Eropa |
Proses kedatangan Bangsa
Eropa ke Nusantara |
Menjelaskan dan menganalisis keterkaitan antara motivasi kedatangan bangsa Eropa dan
perubahan sosial, ekonomi, serta politik di
Nusantara dengan menggunakan pendekatan diakronik dan sinkronik. |
|
Perlawanan terhadap
Bangsa Eropa sebelum Abad ke-20 |
Menganalisis keterkaitan antara kebijakan kolonial bangsa Eropa
dan munculnya berbagai
bentuk perlawanan rakyat Nusantara sebelum abad
ke-20, serta mengevaluasi strategi perjuangan yang dilakukan. |
||
|
4. |
Pergerakan Nasional sampai
Proklamasi Kemerdekaan |
Pergerakan Nasional Indonesia |
Mengidentifikasi dampak Politik Etis dan munculnya berbagai organisasi
pada masa Pergerakan Nasional serta menganalisis strategi perlawanan yang dilakukan dalam berbagai bidang. |
|
Relevansi semangat
Pergerakan Nasional dengan masa
kini |
Menganalisis
relevansi nilai dan semangat perjuangan tokoh-tokoh pergerakan nasional dalam menghadapi tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara di masa kini. |
||
|
Kehidupan Bangsa
Indonesia di bawah penjajahan Jepang dan perlawanan Bangsa Indonesia |
Mengevaluasi beberapa penjelasan tentang penyebab utama runtuhnya kekuasaan Belanda di Indonesia sebelum pendudukan Jepang, berdasarkan sumber
sejarah yang relevan. |
||
|
Menganalisis dampak kebijakan pendudukan Jepang di bidang politik, ekonomi, sosial, dan
budaya terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. |
|||
|
Peristiwa dan Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia |
Menjelaskan dan menganalisis
peristiwa pada masa proklamasi kemerdekaan Indonesia dan maknanya. |
||
|
5. |
Revolusi Kemerdekaan
Indonesia sampai Demokrasi Terpimpin |
Perjuangan
mempertahankan kemerdekaan |
Mendeskripsikan proses pembentukan negara dan pemerintahan Republik Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan, serta menganalisis
upaya perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan melalui
jalur diplomasi dan perjuangan fisik. |
|
Kehidupan masyarakat
Indonesia pada masa Demokrasi
Liberal |
Menggunakan konsep
Kronologis untuk menjelaskan
perkembangan politik dan ekonomi Indonesia pada masa Demokrasi Liberal berdasarkan peristiwa peristiwa penting. |
||
|
Kehidupan masyarakat pada masa Demokrasi Terpimpin |
Mengidentifikasi perkembangan politik dan ekonomi serta menganalisis dampak kebijakan pemerintah pada
masa Demokrasi Terpimpin. |
||
|
6. |
Orde Baru
sampai Reformasi |
Kehidupan Masyarakat pada Masa Orde Baru |
Menganalisis kronologi perubahan Demokrasi Terpimpin menjadi Orde Baru dengan menggunakan konsep sejarah serta mengevaluasi dampak kebijakan politik
dan ekonomi Orde Baru terhadap kehidupan
masyarakat Indonesia. |
|
Kehidupan Masyarakat pada Masa Reformasi |
Menganalisis proses lahirnya Reformasi dan peran
pelajar serta mahasiswa sebagai pelaku sejarah, dengan menggunakan konsep perubahan dan kronologi, serta mengevaluasi dampak kebijakan politik dan ekonomi Reformasi terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. |
Sejarawan R. Moh. Ali mendefinisikan sejarah sebagai ilmu yang menyelidiki perkembangan mengenai peristiwa dan kejadian di masa lampau.
| No Soal | 1 |
|---|---|
| Kompetensi | Menjelaskan dan menganalisis konsep perubahan, keberlanjutan, serta sebab- akibat untuk memahami pengaruh peristiwa sejarah terhadap fenomena sosial yang dialami murid. |
| Sub Kompetensi | |
| Bentuk Soal | Pilihan Ganda (PG) |
| Kunci | B |
Berdasarkan pengertian tersebut, apa ciri utama sejarah sebagai ilmu?
Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia, seperti Demak, Aceh, Mataram Islam, dan Ternate-Tidore, telah memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan budaya masyarakat. Pengaruh tersebut tidak hanya tampak dalam sistem pemerintahan dan arsitektur, tetapi juga dalam tradisi, seni pertunjukan, dan upacara keagamaan yang masih dilestarikan hingga kini. Beberapa tradisi dan kesenian yang berkembang pada masa kerajaan Islam tetap hidup sebagai warisan budaya yang terus dipertahankan oleh masyarakat.
| No Soal | 2 |
|---|---|
| Kompetensi | Menganalisis hubungan antara masuknya agama dan kebudayaan Islam dengan perubahan dalam sistem politik, ekonomi, serta perkembangan budaya masyarakat Nusantara. |
| Sub Kompetensi | |
| Bentuk Soal | PGK MCMA |
| Kunci | B, C |
Manakah yang merupakan peninggalan budaya dari masa kerajaan Islam yang masih berlanjut di masa kini?
Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.
Sultan Hasanuddin merupakan salah satu penguasa lokal yang tidak mau tunduk pada monopoli dagang VOC sehingga menimbulkan konflik bersenjata selama beberapa tahun. Pada akhirnya VOC berhasil memaksa Sultan Hasanuddin untuk melakukan perundingan di Bongaya pada 18 November 1667. Isi perjanjian tersebut membatasi wilayah kekuasaan Kesultanan Gowa dan memperkuat kedudukan VOC.
| No Soal | 4 |
|---|---|
| Kompetensi | Menganalisis keterkaitan antara kebijakan kolonial bangsa Eropa dan munculnya berbagai bentuk perlawanan rakyat Nusantara sebelum abad ke-20, serta mengevaluasi strategi perjuangan yang dilakukan |
| Sub Kompetensi | |
| Bentuk Soal | PGK Kategori |
| Kunci | Tepat, Tidak Tepat, Tepat |
Pilihlah Tepat atau Tidak Tepat pada pernyataan berikut yang menggambarkan kondisi konflik GOWA dengan VOC!
| # | Kondisi Konflik Gowa dengan VOC | Tepat | Tidak Tepat |
| A. | VOC berusaha melemahkan Gowa karena posisinya yang strategis dalam perdagangan di kawasan timur kepulauan Nusantara. |
|
|
| B. | Sultan Hasanuddin bersedia menandatangani Perjanjian Bongaya untuk memperoleh konsesi dagang yang lebih luas. |
|
|
| C. | Perjanjian Bongaya memperkuat kedudukan VOC dalam monopoli perdagangan di Nusantara. |
|
|
Pada masa-masa akhir pendudukannya di Indonesia, Jepang semakin terdesak dalam Perang Asia Timur Raya. Untuk memperoleh dukungan rakyat Indonesia, Jepang menjanjikan kemerdekaan dan membentuk BPUPK sebagai langkah awal persiapan. BPUPK kemudian menjadi forum penting bagi tokoh-tokoh bangsa dalam merumuskan dasar negara dan arah masa depan Indonesia.
| No Soal | 4 |
|---|---|
| Kompetensi | Menjelaskan dan menganalisis peristiwa pada masa proklamasi kemerdekaan Indonesia dan maknanya |
| Sub Kompetensi | |
| Bentuk Soal | Pilihan Ganda (PG) |
| Kunci | E |
Dari berbagai latar belakang politik dan militer saat itu, pilih yang menjadi alasan paling tepat dan mendalam bagi Jepang membentuk BPUPK?
Pada masa Demokrasi Liberal, Indonesia mengalami ketidakstabilan politik akibat sering bergantinya kabinet. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah mengeluarkan UU No. 7 Tahun 1953 yang mengatur pelaksanaan Pemilu 1955. Pemilu tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah demokrasi Indonesia karena melibatkan partisipasi politik yang luas. Hasilnya menunjukkan adanya keberagaman kekuatan politik dan tantangan dalam mewujudkan stabilitas pemerintahan.
| No Soal | 5 |
|---|---|
| Kompetensi | Menggunakan konsep kronologis untuk menjelaskan perkembangan politik dan ekonomi Indonesia pada masa Demokrasi Liberal berdasarkan peristiwa-peristiwa penting. |
| Sub Kompetensi | |
| Bentuk Soal | PGK Kategori |
| Kunci | Tepat, Tidak Tepat, Tepat |
Pada peristiwa Pemilu 1955 pada masa Demokrasi Liberal, manakah pernyataan berikut yang menggambarkan perkembangan politik Indonesia saat itu?
Pilihlah Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pernyataan yang menggambarkan perkembangan politik tahun 1995!
| # | Perkembangan Politik | Tepat | Tidak Tepat |
| A. | Pemilu 1955 bertujuan menyederhanakan partai politik dan mewujudkan sistem parlementer yang stabil. |
|
|
| B. | Salah satu hasil Pemilu 1955 adalah terbentuknya sistem pemerintahan presidensial yang kuat dan stabil. |
|
|
| C. | Partisipasi pemilih dalam Pemilu 1955 menunjukkan antusiasme rakyat terhadap demokrasi. |
|
|
Pada akhir masa pemerintahan Presiden Soeharto, Indonesia mengalami krisis multidimensi. Krisis ekonomi akibat utang luar negeri yang besar, kekeringan karena El Nino, dan kebakaran hutan memperburuk situasi. Tekanan dari dalam negeri dan luar negeri mendorong desakan agar Indonesia segera melakukan reformasi. Puncaknya, Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998.
| No Soal | 6 |
|---|---|
| Kompetensi | Menganalisis proses lahirnya Reformasi dan peran pelajar serta mahasiswa sebagai pelaku sejarah, dengan menggunakan konsep perubahan dan kronologi, serta mengevaluasi dampak kebijakan politik dan ekon |
| Sub Kompetensi | |
| Bentuk Soal | PGK MCMA |
| Kunci | A, C, D |
Sebutkan faktor-faktor utama penyebab lahirnya Reformasi di Indonesia pada tahun 1998! Jawaban benar lebih dari satu.
Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 merupakan tonggak sejarah yang penting dan monumental. Untuk memahami peristiwa tersebut secara akurat, sejarawan menggunakan sumber primer, yaitu bukti langsung yang berasal dari masa terjadinya peristiwa atau semua yang dibuat pada saat kejadian berlangsung, bukan yang ditulis atau diproduksi jauh setelahnya.
| No Soal | 7 |
|---|---|
| Kompetensi | Mengidentifikasi fungsi dan perbedaan antara sumber sejarah primer dan sekunder serta menganalisis penggunaannya untuk merekonstruksi peristiwa masa lalu secara kontekstual |
| Sub Kompetensi | |
| Bentuk Soal | PGK MCMA |
| Kunci | B, D, dan E |
Manakah yang merupakan sumber sejarah primer dalam peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945?
Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.
Kesultanan Aceh merupakan salah satu kerajaan bercorak Islam di Nusantara. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya dalam bidang ekonomi pada abad ke-16. Letaknya di Selat Malaka membuat kapal-kapal dagang dari Arab, India, dan Tiongkok banyak yang singgah di pelabuhan yang dikuasai Kesultanan Aceh. Beberapa komoditas unggulan dari kerajaan ini adalah lada dan kapur barus yang banyak dicari oleh pedagang asing.
| No Soal | 8 |
|---|---|
| Kompetensi | Menganalisis hubungan antara masuknya agama dan kebudayaan Islam dengan perubahan dalam sistem politik, ekonomi, serta perkembangan budaya masyarakat Nusantara |
| Sub Kompetensi | |
| Bentuk Soal | Pilihan Ganda (PG) |
| Kunci | E |
Berdasarkan informasi diatas, apa yang menyebabkan ekonomi Kesultanan Aceh pada abad ke-16 berkembang pesat?
Bangsa Indonesia melakukan berbagai perlawanan terhadap Belanda sebelum abad ke-20. Karakteristik dan strategi perlawanan pada masa tersebut berbeda-beda, bergantung pada tokoh yang memimpin dan kondisi lokal di masing-masing daerah.
| No Soal | 9 |
|---|---|
| Kompetensi | Menganalisis keterkaitan antara kebijakan kolonial bangsa Eropa dan munculnya berbagai bentuk perlawanan rakyat Nusantara sebelum abad ke-20, serta mengevaluasi strategi perjuangan yang dilakukan |
| Sub Kompetensi | |
| Bentuk Soal | PGK MCMA |
| Kunci | A, B, dan C |
Berdasarkan informasi tersebut, manakah yang menunjukkan karakteristik dalam strategi perlawanan terhadap Belanda sebelum abad ke-20?
Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.
Perlawanan terhadap pendudukan Jepang muncul di berbagai daerah, termasuk pemberontakan PETA di Blitar dan perlawanan rakyat Kalimantan Barat. Meskipun pada akhirnya berhasil dipadamkan, aksi-aksi tersebut menunjukkan bentuk perlawanan aktif rakyat Indonesia terhadap kekejaman dan penindasan Jepang.
| No Soal | 10 |
|---|---|
| Kompetensi | Mengevaluasi beberapa penjelasan tentang penyebab utama runtuhnya kekuasaan Belanda di Indonesia sebelum pendudukan Jepang, berdasarkan sumber sejarah yang relevan |
| Sub Kompetensi | |
| Bentuk Soal | PGK Kategori |
| Kunci | Strategi Perlawanan A. Tidak Tepat B. Tepat C. Tepat |
Bagaimana strategi perlawanan yang dilakukan bangsa Indonesia terhadap Jepang yang sesuai dengan teks tersebut?
Tentukan Tepat dan Tidak Tepat pada setiap pernyataan berikut terkait strategi perlawanan!
| # | Strategi Perlawanan | Tepat | Tidak Tepat |
| A. | Perlawanan dilakukan secara spontan tanpa strategi sehingga menunjukkan lemahnya perlawanan. |
|
|
| B. | Pemberontakan PETA di Blitar menunjukkan adanya perlawanan militer terorganisasi terhadap Jepang. |
|
|
| C. | Rencana perlawanan di Kalimantan Barat bocor karena kurangnya koordinasi dan infiltrasi mata-mata |
|
|